Minggu, 22 April 2012

NUBUAT NABI MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN LAMA


Dibawah ini akan kita tinjau satu persatu isi nubuat-nubuat nabi muhammad saw dalam perjanjian lama:
Dalam kitab taurot ulangan 18: 17-22,dikatakan sbb:
“Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepa...daku(musa): Benarlah kata merak itu(bani israel)
“Bahwa Aku(Allah) akan menjadikan bagi meraka itu seorang nabi dari antara segala saudaranya (yaitu dari bani ismail) yang seperti engkau (hai musa), dan Aku akan memberi segala firmanKu dalam mulutnya dan diapun akan mengatakan kepadanya segala yg kusuruh akan dia”
“Bahwa sesubgguhnya barang siapa yg tiada mau dengar akan segala firmanKu, yg akan dikatakan olehnya demi namaKu, niscaya Aku akan menuntutnYA KELAK KEPADA ORANG ITU”.
“Tetapi adapun yg melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan namaKu, yg tiada Kusuruh katakan, atau yg berkata dengan nama dewa-dewa, orang Nabi itu akan dapat mati dibunuh hukumnya.”
“Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya?”
“Bahwa jikalau nabi itu berkata demi nama Tuhan, lalu barang dikatakannya itu tiada jadi atau tiada datang(terjadi), yaitulah perkataan yg bukan firman Tuhan adanya, maka nabi itu pun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.”

Tafsirnya: dalam enam ayat Taurot diatas ada 4 macam isyarat yg menjadi dalil kita untuk menyatakan nubuat tentang nabi Muhammad saw itu.
Dalil pertama :”seorang Nabi dari antara segala saudaranya”...isyarat ini menunjukkan bahwa nabi yg nubuatkan oleh Tuhan itu akan timbul dari saudara2 bani israil tetapi bukan dari bani israel itu sendiri. Adapun di antara saudara2 Bani israel itu adalah Bani ismail (bangsa arab), sebab ismael adalah saudara tua dari ishak bapak dari israel(nabi yakub). Dan Muhammad saw sudah jelas adalah keturunan bani ismail.
Dalil kedua adalah:”yang seperti engkau”,jadi Nabi yg akan datang itu haruslah seperti Nabi musa, maksudnya Nabi yg membawa agama baru dan syariat baru seperti Nabi musa. Perlu kita ketahui bahwa surah2 kitab ulangan sebelum nubuat ini berisi hukum2 taurot, adalah syariat umat bangsa israel, jadi maksudnya Nabi itu menyerupai Nabi musa dalam soal membawa syariat itu. Dan seperti kita ketahui Nabi Muhammad saw itulah satu2nya Nabi yg membawa syariat baru (agama islam) yg juga berlaku tuk umat bani israel.
Dalil pertama dan dalil kedua cocok sebab Nabi lain yg membawa syariat seperti nabi Musa bagi bangsa israel tidak akan ada lagi sesudah musa. Hal ini diterangkan Tuhan dalam ayat Taurot berikutnya yaitu Ualangan 34;10,yg berbunyi:
“Maka diantara orang israel tiada berbangkit pula seorang nabi yg seperti Musa, yg dikenal Tuhan muka dengan muka”
Seperti kita maklumi baik Nabi elia atau elisa atau yahya pembaptis atau isa almasih semuanya dari bani israel dan semua menyungguhkan syariat taurot dan bukan menggantinya. Jadi sudah jelas bukan mereka yg dimaksud oleh ayat2 ini.
Umat nasrani yg menganggap bahwa nabi itu adalah nabi isa sudah terang bertentangan dengan kedua dalil diatas, sebab Nabi isa sendiri adalah bangsa israel dan nabi isa juga tidak seperti nabi musa yg dikenal Tuhan muka dengan muka. Maksudnya menerima langsung syariat baru(agama baru).
Dalil ketiga adalah Nabi itu tidak sombong dan tidak mati terbunuh.
Nabi muhammad saw seperti kita maklumi bukanlah seorang yg sombong baik sebelum menjadi nabi, apalagi sesudah menjadi nabi, sebelum menjadi nabi beliau sudah disenangi umum terbukti dengan gelar Al-Amin yg artinya orang yang dipercayai. Kalau berliau sombong tentulah beliau tidak akan diberi gelar terpuji itu.
Sesudah menjadi nabi baliau tambah ramah dan menghargakan dirinya dengan kerendahan hati dan ikhlas. Nanti kaum quraisy menentang beliau bukanlah samasekali karena kesombongan ttapi karena meraka anti terhadap ajaran nabi tersebut. Jadi bukan kesombongan orangnya.
Umat nasrani menyesuaikan nubuat itu kepada nabi isa disamping meraka mengakui pula bahwa isa sungguh2 mati terbunuh (karena disalib). Hal ini jelas bertentangan dengan ayat nubuat itu sendiri. Sebab nabi itu haruslah tidak mati terbunuh (tersalib atau lainnya).
Dalil keempat adalah”kalau nabi itu palsu maka barang yg dikatakannya tidak akan terjadi(datang)”.
Ajaran Nabi Muhammad saw dan ramalan2 yg terkandung dalam ajaran itu semua terjadi persis seperti yg kita lihat dalam rangka sejarah. Misalnya islam akan segera tersebar kepersia dan lain2. Bahwa kerajaan romawi yg mula2 dikalahkan persia setelah beberapa tahuan lagi akan menang kembali. Bahwa umat Nasrani berdengki2 sesama sesama mereka selalu akan terus berperang satu samalain. Bahwa umat yahudi dimurkai Tuhan (dalam sejarah selalu saja diusir dan dibunuh oleh bangsa2 lain). Bahwa umat yahudi dan nasrani selalu saja tidak rela hatinya kepada umat islam sebelum orang2 islam itu beralih kepada agama mereka (dalam bukti2 sejarah kita lihat bagaimana ferdinand dan isabella mengeluarkan dekrit paksaan masuk nasrani atau mengungsi ke afrika bagi umat islam di spanyol setelah jatunya Granada 1492 dan sekarang secara lebih halus dinegri2 muslim yg dijajah oleh umat nasrani). Bahwa kaum buruh akan beralih kekuasaan sama seperti tuan mereka. Bahwa kaum wanita akan lebih banyak jumlahnya dari kaum laki2. Bahwa dalam umat islam akan timbul mahzab2 yg banyak seperti yg pernah timbul pada umat yahudi. Bahwa umat islam walau bagaimanapun banyaknya godaan yg menyesatkan tetap mereka tidak akan bersatu dalam kesesatan (artinya kesesatan itu tidak akan meliputi semua golongan seperti yg telah terjadi pada umat nasrani dewasa ini). Bahwa alquran itu akan terjaga terus dari tambahan dan noda tangan manusia. Dan akhirnya bahwa kekuasaan(agama) islam itu tidak akan lenyap dari muka bumi walau bagaimanapun kuatnya dan meluasnya kekuasaan bangsa2 kafir.
Ramalan2 ini jumlahnya banyak, baik yg tegas2 dinyatakan dalam alquran ataupun dalam hadist. Dan jumlahnya menjadi sangat banyak sekali kalau kita juga mau menerima hadist2 yg lemah jalan penyampaian(sanad)nya.
Dan demikianlah dalil yg keempat ini juga meneguhkan tiga dalil sebelumnya tentang nubuat nabi Muhammad saw itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube