Kamis, 15 Maret 2012

CINTA yang membuat aku LUPA

CINTA yang membuat aku LUPA....

 
Pertama. CINTA DUNIA LUPA AKHIRAT

Mari kita sedikit mengingat dan merenung. Seberapa besar cinta kita pada dunia yang fana ini. Tanyakan hal itu pada hati nurani anda. Kebanyakan kita akan menemukan jwaban, bahwa kita lebih mencintai dunia dari pada akhirat. Bukanlah hal yang rahasia lagi, bahwa kehidupan dunia hanya bersifat sementara. Dunia hanyalah temapt persinggahan. Dunia adalah ladang untuk menanam 'pohon amal' untuk dipanen di akhirat. Dunia ini hanyalah panggung sendiwara yang akal berakhir jika Sang Sutradara ingin mengakhirinya.

وما حياة الدنيا الا لهو و لعب ,

"tidaklah dunia ini malainkan sendiwara dan permainan".


Kenapa saya katakan kita lebih mencintai dunia dari pada akhirat?.

Merenunglah….

Berapa banyak uang yang kita habiskan untuk membeli makan dan minuman guna mengisi perut kita yang sejengkal ini?. Berapa banyak waktu yang kita korbankan untuk merawat dan menghias tubuh kita ini. Berapa banyak pakaian yang kita siapkan untuk mempercantik tubuh kita ini?.

Bandingkan…..

Berapa banyak uang yang kita sedekahkan untuk fakir miskin, untuk anak yatim, untuk saudara-saudara kita yang tertindas di Palestina, di Iraq, di Sudan, di Somalia, di seluruh penjuru dunia. Pernah kah kita berdoa untuk mereka?. Agar Allah Swt. meringankan beban yang mereka tanggung. Mereka mengerang kesakitan, sementara kita tertawa girang menikmati suguhan dunia yang menipu. Kita hapal, "Muslim yang satu dengan yanglainnya adalah bersaudara". Tapi hapalan hanya ada dimulut, tapi tak kita amalkan. Kita terlalu egois. Kita terlalu mementingkan kehidupan kita sendiri.


Manusia bukanlah sekedar jasad belaka. Manusia dijadikan sempurna, yang dilengkapi dengan perangkat lain; Ruh dan Akal. Kita telah disibukkan oleh jasad kita. Padalah jasad ini tidak akan dibawa ke akhirat. Kita lupa merawat akal kita. Padahal akallah yang membedakan manusia dan hewan. Kita lupa, bahwa ruh kita yang akan mempertanggung jawabkan seluruh perbuatan jasad ini di akhirat kelak. Wajah yang cantik akan menjadi tanah. Tubuh yang indah akan dimakan cacing. Harta yang banyak tak akan dibawa mati. Anak istri hanya bisa mengantar kita ke depan liang kubur. Tak ada yang kan ikut bersama kita di dalam kubur kecuali amal. Tapi kita selalu lalai. Kita terlalu mencintai dunia, dan lupa pada kehidupan akhirat. Firman Allah Swt

وللآخرةخير لك من الأولى

"Dan sesungguhnya kehidupan akhirat itu lebih baik bagimu dari pada permulaan" (surat Adh-Dhuha; ayat 4)

Imam al-Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya "Tafsirul Qur'anul 'Azhim" menyebutkan penjelasan ayat ini. "kehidupan akhirat lebih baik dari pada kehidupan sekarang ini, dunia ini". Sekaligus Ibnu Katsir menyebutkan bahwa tauladan kita, Qudwah kita, nabi Muhammad Saw. adalah manusia yang paling zuhud di dunia.

Semoga yang bershalwat pada nabi ketika saya sebut namanya mendapat syafaat di akhirat nanti……… Amiiiiiiiiin!!!

Kemudian dalam lanjutan ayat ini Allah Swt. berfirman:

ولسوف يعطيك ربك فترضى

"Dan kelak tuhanmu pasti akan memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati)mu akan puas". (surat Adh-Dhuha; ayat 5)


Jika akhirat lebih baik dari pada dunia, kenapa kita harus berlomba mengejarnya. "Jika ada yang lebih baik, buat apa yanglain"

Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, dunia ini tak lebih daripada bangkai. Bangkai yang selalu menebarkan bau busuk. Bangkai yang selalu mengganggu pernapasan orang lain. Hanya anjing yang akan berebut untuk memakan bangkai. Jika kita berebut dalam urusan dunia, maka seola-olah kita sedang berebut bangkai. Jika kita ikut berebut bangkai, maka kita adalah ………… (titik-titik).

Anda cari sendiri sambungannya

Yang kedua. CINTA KEHIDUPAN DUNIA LUPA KEMATIAN

Sudah saya sebutkan tadi, hidup di dunia hanya sementara. Usia tidak akan panjang. dari detik menjadi menit. Dari menit menjadi jam. Dari jam terus merangkak menjadi hari. hari pun berganti manjadi minggu. Terus berputar, minggu mnjadi bulan, dan bulan menjadi tahun. Jangan sangka kehidupan yang sedetik itu tidak berharga. Dari detik demi detik lah usia kita semakin berkurang. Jika Allah mentakdirkan usia kita 60 tahun, hitunglah berapa lagi usia yang masih tersisa. Jika saat ini usia anda 19 tahun menjelang 20, dan ternyata Allah memberikan usia bagi anda 19 tahun 11 bulan 29 hari 23 jam 59 menit, 59 detik , hanya tinggal satu detik lagi usia anda akan berakhir. Selanjutnya terserah Allah…..

Berapa banyak orang yang sakit bertahun-tahun tapi masih hidup hingga kini

Berapa banyak orang yang sehat tetapi meninggal di waktu pagi

Tak ada yang bisa menjamin usia kita sampai hingga besok. Bisa jadi nanti malam anda akan mati. Bisa jadi anda tidak akan bisa melihat mata hari terbit besok pagi. Bisa jadi hari ini adalah hari terakhir bagi saya untuk berjumpa dengan anda. Bisa jadi hari ini adalah hari yang paling akhir bagi anda untuk bertemu saya. Saya bukan mankut-nakuti, tapi bisa saja hal itu terjadi, tentunya atas kehendak Allah Swt.

Anak-anak bisa mati

Remaja bisa mati

Dewasa bisa mati

Orang tua apa lagi

Ajal tidak akan pernah membedakan yang tua dan muda. Yang cantik dan yang jelek

Jangan pernah berkata; "nanti jika sudah tua aku akan mulai beribadah". Karena tak ada jaminan usia kita akan sampai tua. Allah berfirman dalah surat al-A'raaf ayat 34:

ولكل أمة أجل فاذا جآء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون

"dan setiap umat ada ajalnya, maka apabila telah datang ajal mereka, tidak dapat dimundurkan walau sesaat, dan tidak dapat pula dimajukan".

Ibnu Abbas menjelaskan ayat ini di dalam tafsir Imam Fakhrurrazy, bahwa maksud ajal disini adalah waktu yang ditentukan oleh Allah untuk memberikan azab bagi kaum yang mendustakan Rasulullah Saw. Kemuadian, sebagian Ulama tafsir ada yang berpendapat bahwa ajal disini adalah umur.

Kemudian, kita dapat melihat kalimat ساعة " " yang berarti saat, atau waktu. Karena sesaat adalah hitungan waktu yang paling kecil, karena itu lah Allah menyebutkan satuan waktu yang paling kecil. Jika dipamahi, maka seolah-olah Allah mengatakan, "Sedikit, atau sedetik atau semili detik pun tidak dapat dimundurkan dan dimajukan".

Jika mati adalah satu ketentuan yang harus kita hadapi, kenap kita tidak memepersipkannya. Jika mati adalah akhir dari kehidupan dunia, kenapa kita tidak bersiap-siap untuk mengakhiri hidup di dunia ini dengan amal.

Abdul Aziz Rantisy, pemimpin perlawanan rakyat Palestina (HAMAS) yang menjadi pengganti Seikh Yasin setelah wafat diterjang rudal Israel hingga berkeping pernah berpidato dalam satu kesempatan. Dalam pidatonya ia mengatakan; "Semua kita akan mati. Baik mati karena penyakit kangker, atau mati karena ditembak rudal dari helikopter apachee. Akan tetapi saya lebih memilih mati ditembak rudal dari apachee", katanya dalam pidatonya. Benar saja, berapa hari setelah pidatonya itu sebuah rudal dari apachee Yahudi menghantam tubuhnya hingga hancur berkeping-keping. Beliau wafat (syahid) menyusul pimpinan sebelumnya sebagai manusia mulia yang dijanjikan sorga bagi mereka.

Saudaraku…!

Jika Rantisy telah bercita-cita dengan memilih cara wafatnya dan ia mendapatkannya, lalu bagaimana kita?. Apakah kita telah bercita-cita mati syahid seperti mereka?. Apakah kita menyangka ajal tidak akan datang menjemput kita?. Atau kita berencana akan berubah besok, lusa, nanti, atau setelah kita tua, padahal kita tidak tahu kapan ajal akan datang. Pilihlah cara mati yang paling baik menurut anda, dan yang anda sukai. Setidaknya kita tidak mati sia-sia seperti mati kodok.

Saudaraku…!

Kebanyakan manusia telah mati dalam keadaan yang sering ia lakukan. Rantisy sebagai pejuang wafat dalam perjuangan. Pemabuk telah mati di pakter tuak. Tentara telah mati di medan juang. Nelayan telah mati di laut. Petani telah mati di sawah. Pebisnis telah mati di kantor. Ahli ibadah telah mati di atas sejadah. Semuanya mati sesuai dengan apa yang sering mereka kerjakan. Semakin sering kita berbuat baik, maka akan banyak kesempatan kita untuk mati dalam keadaan baik, dan sebaliknya

yang ketiga. CINTA RUMAH MEWAH LUPA PADA KUBUR

Lihatlah disekitar kita. Berapa banyak rumah mewah yang bewrdiri angkuh seolah-olah tak ada kekuatan yang bisa menghancurkannya. Beberapa tahun yang lalu di Aceh, berapa banyak ruymah mewah yang hancur hanya dalam hitungan menit. Di Yogjakarta, berapa banguanan kuat dan kokoh runtuh bak sarang semut. Gedung WTC dan gedung pentagon di Amerika, hancur berkeping dalam hitungan jam.


Lalu, apakah para penghuni rumah atau pun gedung mewah itu tetap tinggal disana selamanya?, TIDAK!!!. Rumah mewah telah berubah menjadi kuburan yang gelap tanpa cahaya. Rumah luas itu menjelma menjadi kamar sempit yang menyeramkan. Gedung kokoh yang bersih itu telah menjadi sarang cacing tanah yang kan menggerogoti daging penghuninya.


Allah Swt. menceritakan pada kita dalah surah al-Fajr ayat 6-7, tentang keperkasaan kaum 'Aad; mereka itu adalah penduduk 'Iram yang mampu mendirikan bangunan-banguna tinggi. Yang ketika itu tak ada yang bisa manandingi keperkasaan mereka. Namun di ayat 13 Allah Swt. memberitakan pada kita tentang kehancuran mereka dengan memberikan azab-Nya yang lebih dahsyat.


Rumah kita yang sesungguhnya bukanlah di dunia ini. Masih ada rumah kita yang pasti akan kita datangi, yaitu kuburan. Keburan yang penuh siksa bagi mereka yang tidak beriman dan tidak pula beramal. Rumah yang kita banggakan akan menjadi rebutan. Rumah yang kita impikan akan musnah. Rumah kita yang hakiki adalah akhirat; surga atau neraka.


Dalam kitab "al-Arba'in an-Nawawiyah", hadis nomor 31, dari Abi Abbas, Sahal bin Sa'di as-Saa'idy r.a. berkata: "datang seorang laki pada nabi Saw. lalu berkata; "Wahai rasulullah, tunjukkanlah aku satu amal yang apabila aku mengerjakannya, maka Allah mencintaiku dan manusia pun mencintaiku. Maka Nabi Saw. bersabda; "Zuhudlah kau didunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan Zuhudlah kau dalam kehidupan bersama manusia, maka manusia akan mencinatimu". H.R. Ibnu Majah, dan yang lainnya.


Nah, bukan rumah mewah yang menjadikan cinta Allah pada manusia. Akan tetapi zuhudlah yang akan menjadikan cinta itu datang menghampiri kita. Manusia pun akan mencinati kita yang zuhud. Kita berusaha menggapai kecintaan Allah dengan zuhud di dunia, dan kita juga akan menemukan kecintaan manusia disekeliling kita. Zuhud bukan berarti melepaskan kehidupan dunia seluruhnya, akan tetapi zuhud adalah sikap yang tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Hiduplah dengan wajar, seimbang dan setara. Allah Swt. berfirman yang maknanya; "Carilah apa yang telah dikaruniakan Allah padamu dari kehidupan akhirat, tapi jangan lupakan kehidupanmu di dunia".


Yang keempat. CINTA HARTA LUPA HARI PERHITUNGAN

Salah satu bentuk keadilan Allah Swt. adalah hari perhitungan atau yang biasa disebut dengan "yaumul hidab". Allah tidak akan menzhalimi siapa pun dari makhluk-Nya. Jika Allah tidak menghisab amal manusia, maka Dia telah berbuat zhalim, Maha Suci Allah dari perbuatan zhalim. Tidak mungkin sama tempat orang yang berbuat jahat dengan orang yang berjihad. Tidak akan sama penghuni neraka dan penghuni surga. Tidak akan sama derajat orang yang beramal dengan orang yang kafir. Maha Adil Allah dengan semua keputusannya. Semua amal yang telah kita lakukan akan kita pertangung jawabkan di hadapan Ilahi yang Maha Adil. Tak ada hakim yang lebih adil dari pada Dia. Tak ada keputusan yang lebih adil dari pada keputusan-Nya.


Jika seseorang tidak beriman pada hari pembalasan, maka dia akan berbuat sesuka hatinya, karena ia merasa perbuatan yang telah ia kerjakan tidak akan dihitung lagi. Nah, apakah kita termasuk orang yang beriman atau tidak?. Allah Yang Maha Pengampun akan mengampuni setiap hambanya yang bertaubat. Kalaulah bukan karena kasih dan sayang-Nya, maka tak seorangpu yang berhak masuk surga-Nya. Karena tak akan ada amal seorang makhluk pun yang bisa mengimbangi nikmat-nikamt yang telah diberika-Nya. Jika orang yang bermal saja tidak bisa dijaminmasuk surga-Nya, lalu bagaimana orang yang lupa akan hari perhitungan????.


Yang kelima. CINTA MAKHLUK LUPA SANG KHALIK

Jika ada makhluk, pasti ada khalik. Jika ada benda, pasti ada yang menjadikan. Demikian juga dunia dans egala isinya ini. Tidak ada satupun yang terjadi dengan kebetulan. Teori Evolusi Charles Darwin yang mengatakan kehidupan ini tidaklah hasil ciptaan tuhan, tetapi hasil proses yang cukup lama. Sedikit demi sedikit makhluk yang pernah ada berubah bentuk atau berevolusi ke bentuk yang lain. Dari ikan, misal menjadi kadal, dsb. Teori yang bertahun-tahun dipertahankan oleh ilmuan Barat ini telah runtuh oleh keangkuhannya sendiri. Harun Yahya, ilmuan islam yang mengungkap rahasia penciptaan Allah membantah teori Darwin ini. Dalam buku maupun VCD yang telah kita baca dan saksikan mengungkapkan adanya kekuatan yang luar biasa yang mengatur seluruh kehidupan ini. Beliau mencontohkan DNA yang ada dalam darah manusia yang cukup komplit. Mustahil seklai jika kekomplitan itu tidak ada yang mangaturnya. Beliau menegaskan tak ada satuhal pun dalam dunia ini yang terjadi dengan kebetulan. Dimulai dari ledankan dahsyat atau yang dikenal dengan "BIG BANG" sebagai awal bermulanya kehidupan di bumi ini, hingga gambaran-gambaran perjalan sejarah manusia, terekam jelas dalam pemaparan Harun yahya.

Jika secara sains telah dibuktikan bahwa ada satu zat yang Maha Kuasa mengatur dunia ini, kenapa masih saja kita tidak percaya. Dalam al-Qur'an pun Allah banyak berfirman tentang kekuasaan-Nya. Namun orang-orang kafir tidak mengambil pelajaran dari ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaan Allah ini, sehingga mereka masih tetap dalam kekafirannya.


Jika makhluk telah lupa pada Sang Khalik, maka Allah pun akan melupakan makhluk itu. "Ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingatmu. Bersukurlah padaku dan janganlah kamu kufur….", Firman Allah dalam surat Al-baqarah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube